Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi realitas sosial dalam cerpen-cerpen Basabasi.co pada periode 2022–2024, serta merekomendasikannya sebagai modul ajar Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas IX Fase D. Fokus kajian diarahkan pada konflik domestik dan relasi keluarga yang relevan dengan pengalaman remaja serta konteks sosial Indonesia kontemporer. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian lima cerpen bertema problematika keluarga: “Kue Mangkuk Mamak”, “Setrika”, “Tak Ada Apel Segar Untuk Adikku Hari Ini”, “Tenang, Pelan, dan … Mengerikan”, dan “Hamil Berpuluh Tahun”. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, teknik baca dan catat, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk dominan realitas sosial: pertikaian dalam keluarga inti, pertikaian antar saudara, dan kemiskinan sebagai latar konflik struktural. Konflik keluarga inti mencerminkan ketegangan nilai dalam relasi kuasa tradisional, sedangkan konflik antar saudara menunjukkan krisis solidaritas akibat tekanan ekonomi. Adapun kemiskinan berperan sebagai kekuatan struktural yang memperparah konflik interpersonal dan memengaruhi nilai kemanusiaan. Temuan ini melandasi penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas IX Fase D. Modul dirancang untuk menumbuhkan literasi kritis, empati, dan kesadaran sosial siswa sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025