Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan uji hipotesis guna menentukan apakah terdapat perbedaan rata-rata produktivitas yang signifikan pada komoditas hortikultura (misalnya, cabai merah) di antara tiga klaster wilayah pertanian utama di Provinsi Jawa Barat: Wilayah Utara, Tengah, dan Selatan. Perbedaan kinerja sektoral antarwilayah menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan alokasi sumber daya dan intervensi teknologi yang tepat.Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif komparatif. Data yang digunakan adalah data sekunder time series produktivitas cabai merah per hektar dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat selama periode enam tahun (2018–2023) yang dikelompokkan berdasarkan klaster wilayah. Untuk menguji hipotesis, dilakukan Uji Kruskal-Wallis karena data produktivitas per wilayah ditemukan tidak terdistribusi secara normal (melalui Uji Shapiro-Wilk). Apabila terdapat perbedaan signifikan, dilanjutkan dengan Uji Perbandingan Berganda (Post-Hoc) untuk mengidentifikasi klaster wilayah mana yang berbeda.Hasil analisis non-parametrik Kruskal-Wallis menunjukkan nilai statistik uji yang tinggi dan p-value yang jauh di bawah =0.05. Hasil ini menolak Hipotesis Nol (H0), menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas cabai merah yang sangat signifikan di antara tiga klaster wilayah di Jawa Barat. Analisis lanjutan mengungkapkan bahwa Wilayah Tengah menunjukkan rata-rata produktivitas tertinggi, sementara Wilayah Utara memiliki produktivitas terendah secara statistik.Kesimpulan menegaskan adanya disparitas produktivitas yang kuat, yang kemungkinan disebabkan oleh variasi kondisi agroekosistem, akses irigasi, dan adopsi inovasi. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan perlunya program peningkatan kapasitas dan perbaikan infrastruktur yang disesuaikan dengan karakteristik spesifik masing-masing klaster wilayah untuk mencapai pemerataan hasil pertanian.
Copyrights © 2023