Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Digital dalam Kurikulum Sekolah Dasar Raikhan, Akhmad
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi dan mengidentifikasi tantangan penguatan literasi digital yang terintegrasi dalam Kurikulum Sekolah Dasar (SD) di era disrupsi teknologi. Literasi digital bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kompetensi esensial bagi siswa SD agar mampu berinteraksi secara aman, etis, dan produktif di lingkungan digital. Metode yang digunakan adalah Strategi Implementasi dan Tantangan di Era Pendidikan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan guru kelas dan kepala sekolah, observasi kegiatan pembelajaran berbasis teknologi, dan analisis dokumen kurikulum pada sekolah dasar di kota bekasi yaitu: SDN Jakamulya IV, MI Al-Muawanah, Dan SDIT Al-Anshar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi digital di SD diimplementasikan melalui pembelajaran TIK Dan Bahasa Indonesia Yang dikuatkan. Fokus utama penguatan mencakup tiga dimensi yaitu: (1) penggunaan dan akses (digital tools), (2) pemahaman konten (critical thinking), dan (3) perilaku etis (digital citizenship). Meskipun demikian, ditemukan tantangan signifikan, yaitu: minimnya pelatihan khusus bagi guru, keterbatasan akses infrastruktur internet yang stabil, dan perlunya modul pembelajaran yang lebih kontekstual. Disimpulkan bahwa penguatan literasi digital dalam kurikulum SD memerlukan adanya kolaborasi erat antara pihak sekolah, orang tua, dan penyediaan sumber daya serta master plan implementasi yang jelas dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pelatihan guru yang berfokus pada pedagogi digital dan pemanfaatan open-source educational resources.
UJI HIPOTESIS DALAM MENGANALISIS PERBEDAAN PRODUKTIVITAS ANTARWILAYAH PERTANIAN raikhan, akhmad
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 1 No. 2 (2023): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v1i2.1036

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan uji hipotesis guna menentukan apakah terdapat perbedaan rata-rata produktivitas yang signifikan pada komoditas hortikultura (misalnya, cabai merah) di antara tiga klaster wilayah pertanian utama di Provinsi Jawa Barat: Wilayah Utara, Tengah, dan Selatan. Perbedaan kinerja sektoral antarwilayah menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan alokasi sumber daya dan intervensi teknologi yang tepat.Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif komparatif. Data yang digunakan adalah data sekunder time series produktivitas cabai merah per hektar dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat selama periode enam tahun (2018–2023) yang dikelompokkan berdasarkan klaster wilayah. Untuk menguji hipotesis, dilakukan Uji Kruskal-Wallis karena data produktivitas per wilayah ditemukan tidak terdistribusi secara normal (melalui Uji Shapiro-Wilk). Apabila terdapat perbedaan signifikan, dilanjutkan dengan Uji Perbandingan Berganda (Post-Hoc) untuk mengidentifikasi klaster wilayah mana yang berbeda.Hasil analisis non-parametrik Kruskal-Wallis menunjukkan nilai statistik uji yang tinggi dan p-value yang jauh di bawah =0.05. Hasil ini menolak Hipotesis Nol (H0), menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas cabai merah yang sangat signifikan di antara tiga klaster wilayah di Jawa Barat. Analisis lanjutan mengungkapkan bahwa Wilayah Tengah menunjukkan rata-rata produktivitas tertinggi, sementara Wilayah Utara memiliki produktivitas terendah secara statistik.Kesimpulan menegaskan adanya disparitas produktivitas yang kuat, yang kemungkinan disebabkan oleh variasi kondisi agroekosistem, akses irigasi, dan adopsi inovasi. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan perlunya program peningkatan kapasitas dan perbaikan infrastruktur yang disesuaikan dengan karakteristik spesifik masing-masing klaster wilayah untuk mencapai pemerataan hasil pertanian.