Konsep ekonomi sirkular menjadi pendekatan strategis dalam mengatasi permasalahan limbah pangan di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Limbah pangan tidak hanya menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi gas rumah kaca dan pencemaran tanah, tetapi juga mengindikasikan ketidakefisienan dalam rantai pasok pangan nasional. Pendekatan ekonomi sirkular menekankan pada prinsip reduce, reuse, dan recycle untuk mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi melalui inovasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang diperoleh dari berbagai jurnal internasional dan nasional dalam lima tahun terakhir (2019–2024). Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah pangan di Indonesia. Fokus kajian meliputi kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, inovasi teknologi daur ulang, serta kontribusi sektor swasta dalam mendukung sistem pangan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah pangan di Indonesia masih menghadapi tantangan struktural, seperti kurangnya infrastruktur pengelolaan, rendahnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya regulasi pengawasan. Namun, sejumlah inisiatif lokal seperti food bank, pengolahan limbah menjadi pakan ternak dan pupuk organik, serta penggunaan teknologi biokonversi menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi volume limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Dengan dukungan kebijakan yang komprehensif dan kolaborasi multi-sektor, ekonomi sirkular berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam sistem pangan Indonesia.
Copyrights © 2025