Danu Prawira, Panji
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekonomi Sirkular Dalam Pengelolaan Limbah Pangan di Indonesia Danu Prawira, Panji
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 2 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i2.1068

Abstract

Konsep ekonomi sirkular menjadi pendekatan strategis dalam mengatasi permasalahan limbah pangan di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Limbah pangan tidak hanya menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi gas rumah kaca dan pencemaran tanah, tetapi juga mengindikasikan ketidakefisienan dalam rantai pasok pangan nasional. Pendekatan ekonomi sirkular menekankan pada prinsip reduce, reuse, dan recycle untuk mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi melalui inovasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang diperoleh dari berbagai jurnal internasional dan nasional dalam lima tahun terakhir (2019–2024). Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah pangan di Indonesia. Fokus kajian meliputi kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, inovasi teknologi daur ulang, serta kontribusi sektor swasta dalam mendukung sistem pangan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah pangan di Indonesia masih menghadapi tantangan struktural, seperti kurangnya infrastruktur pengelolaan, rendahnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya regulasi pengawasan. Namun, sejumlah inisiatif lokal seperti food bank, pengolahan limbah menjadi pakan ternak dan pupuk organik, serta penggunaan teknologi biokonversi menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi volume limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Dengan dukungan kebijakan yang komprehensif dan kolaborasi multi-sektor, ekonomi sirkular berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam sistem pangan Indonesia.
Efisiensi Produksi Peternakan Sapi Potong di Indonesia: Pendekatan Ekonometrik danu prawira, panji
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 1 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i1.1085

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efisiensi Produksi Peternakan Sapi Potong di Indonesia: Pendekatan Ekonometrik” yang bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi dalam sistem produksi sapi potong di Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Sektor peternakan sapi potong memiliki peranan penting dalam penyediaan protein hewani dan penguatan ketahanan pangan nasional, namun produktivitasnya masih tergolong rendah dibandingkan potensi optimal yang dimiliki. Permasalahan utama yang dihadapi peternak meliputi keterbatasan modal, ketidakseimbangan input produksi seperti pakan dan tenaga kerja, serta rendahnya adopsi teknologi modern dalam sistem budidaya. Oleh karena itu, diperlukan analisis kuantitatif berbasis pendekatan ekonometrik untuk mengukur efisiensi dan menentukan strategi peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis fungsi produksi stochastic frontier (SFA) dan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk menilai tingkat efisiensi teknis peternak sapi potong di beberapa provinsi sentra produksi seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Survey Usaha Peternakan (SUPAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2018–2023, dengan variabel input meliputi jumlah tenaga kerja, biaya pakan, bibit sapi, obat-obatan, serta luas kandang. Estimasi model dilakukan menggunakan software ekonometrik Stata 17 dan Frontier 4.1, dengan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE) untuk menentukan parameter efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis peternakan sapi potong di Indonesia mencapai 0,72, yang berarti masih terdapat peluang peningkatan produktivitas sebesar 28% dengan penggunaan input yang lebih optimal. Faktor pendidikan peternak, akses terhadap penyuluhan, serta penggunaan pakan fermentasi berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan efisiensi produksi. Sebaliknya, skala usaha kecil dan keterbatasan akses pembiayaan menjadi faktor penghambat. Temuan ini menegaskan pentingnya modernisasi sistem produksi dan kebijakan pendukung seperti pembiayaan mikro, pelatihan manajemen ternak, dan penguatan rantai pasok untuk mendorong peningkatan efisiensi dan daya saing sektor sapi potong nasional.