Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan maternal yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu faktor yang berperan terhadap kejadian KEK adalah status gizi sebelum kehamilan yang dapat dikuru melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) prakehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan IMT prakehamilan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 44 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data IMT prakehamilan diperoleh dari rekam medis dan buku KIA, sedangkan status KEK ditentukan berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan batas <23,5 cm. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaian besar responden memiliki IMT prakehamilan tidak normal (70,5%) dan sebanyak 43,2% ibu hamil mengalami KEK. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT prakehamilan dengan kejadian KEK pada ibu hamil (p=0,002). Ibu hamil dengan IMT prakehamilan tidak normal memiliki peluang 16,62 kali lebih besar mengalami KEK dibandingkan ibu hamil dengan IMT normal (OR=16,62;95%CI=1,91-144,24). Penelitian ini menunjukkan bahwa IMT prakehamilan merupakan indikator penting dalam deteksi dini risiko KEK pada ibu hamil.
Copyrights © 2026