Abstrak Latar Belakang: Kepatuhan diet merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes, tetapi banyak pasien kesulitan mempertahankannya dalam jangka panjang. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pendekatan yang mempertimbangkan budaya dan nilai spiritual pasien dapat membantu memperbaiki perilaku makan, namun bukti yang tersedia masih tersebar. Karena itu, tinjauan sistematis diperlukan untuk memahami efektivitas intervensi tersebut. Sistematic review ini bertujuan merangkum bukti ilmiah mengenai efektivitas intervensi budaya dan spiritual dalam meningkatkan kepatuhan diet pada individu dengan diabetes maupun prediabetes. Metode: Pencarian dilakukan di Scopus, PubMed, ScienceDirect, Web of Science, CINAHL, dan ProQuest. Dari 295 artikel yang teridentifikasi, dilakukan penyaringan berlapis mulai dari pemeriksaan duplikasi, penilaian judul dan abstrak, hingga evaluasi full-text. Sebanyak 15 studi memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Studi-studi tersebut meliputi RCT, quasi-eksperimen, dan pilot trial dari berbagai negara. Hasil: Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa intervensi budaya melalui adaptasi makanan lokal, penggunaan simbol budaya, atau penyampaian edukasi oleh tokoh komunitas secara konsisten meningkatkan kepatuhan diet. Intervensi spiritual, seperti program berbasis gereja atau edukasi melalui institusi keagamaan, juga memperkuat motivasi serta keyakinan diri pasien dalam kepatuhan diet. Kesimpulan: Intervensi yang disesuaikan dengan budaya dan nilai spiritual terbukti mendukung kepatuhan diet pada pasien diabetes. Pendekatan ini membantu meningkatkan pemahaman, keterlibatan emosional, dan kenyamanan pasien, sehingga layak dipertimbangkan dalam praktik klinis dan program manajemen diabetes. Kata Kunci: Cultural intervention; Spiritual intervention; Diet adherence; Diabetes mellitus; Transcultural nursing.
Copyrights © 2026