Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala yang muncul 2–14 hari sebelum menstruasi. Salahsatu faktor yang memengaruhi PMS adalah stres, terutama pada remaja putri SMA yang rentan mengalamitekanan akademik. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan keparahangejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifcross-sectional dengan desain penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 282 siswi dihitungmenggunakan rumus slovin dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Instrumen yangdigunakan yaitu kuesioner DASS-Y dan SPAF. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitianini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No:005143/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yangkuat serta arah positif antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 CikarangUtara (p = 0,000 < 0,05; r = 0,555).
Copyrights © 2026