Tuberkulosis (TB) paru menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat. Efikasi diri memainkan peran penting dalam memastikan kepatuhan pengobatan dan keberhasilan pemulihan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang, serta menganalisis hubungan antara efikasi diri setelah pemberian terapi RIMA dan kepatuhan pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 30 penderita TB paru yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai karakteristik sosiodemografis, efikasi diri, dan kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak adalah laki-laki (53,3%), berusia 17–25 tahun (36,7%), berpendidikan SMA (50%), menikah (70%), dan menganggur (43,3%). Mayoritas penderita TB Paru memiliki efikasi diri tinggi setelah menerima terapi RIMA (70%) dan menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap pengobatan (70%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan (p = 0,008). Peningkatan efikasi diri menggunakan terapi RIMA disarankan sebagai strategi untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegah resistensi obat penderita TB paru.
Copyrights © 2026