Infeksi Menular Seksual masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada komunitas Lelaki Suka Lelaki, yang dipengaruhi oleh tingginya perilaku seksual berisiko, rendahnya pemanfaatan skrining rutin, stigma sosial di masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan konvensional. Kondisi tersebut menimbulkan hambatan psikososial dan struktural dalam upaya deteksi dini Infeksi Menular Seksual. Perkembangan teknologi kesehatan menempatkan telekonsultasi sebagai pendekatan potensial untuk mengatasi hambatan tersebut, Namun demikian, kerangka telekonsultasi berbasis perilaku untuk deteksi dini IMS pada kelompok LSL belum dirumuskan secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka tersebut di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengeksplorasi determinan perilaku dan respons komunitas terhadap layanan telekonsultasi sebagai dasar pengembangan telekonsultasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan, kerahasiaan, dan kemudahan akses merupakan faktor utama yang memengaruhi penerimaan layanan telekonsultasi. Determinan ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kerangka telekonsultasi berbasis perilaku untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan IMS serta dapat diadopsi dalam layanan kesehatan berbasis digital.
Copyrights © 2026