Pneumonia pada balita merupakan penyebab utama morbiditas anak di Indonesia dengan variasi prevalensi yang signifikan antarprovinsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan prevalensi pneumonia balita dan mengidentifikasi dependensi spasial pada 32 provinsi di Indonesia menggunakan data sekunder SKI dan BPS 2023. Model Ordinary Least Squares (OLS) diterapkan sebagai model dasar, dilanjutkan uji autokorelasi spasial dengan matriks pembobot Euclidean distance-band binary radius 7 km. Autokorelasi spasial global yang signifikan ditemukan (Moran's I = 0,244; p < 0,001), dan uji diagnostik spasial menunjukkan mekanisme spatial lag lebih tepat, sehingga model Spatial Autoregressive (SAR) dipilih. Estimasi SAR menggunakan Maximum Likelihood (ML) dan GS2SLS menghasilkan temuan konsisten bahwa kepadatan penduduk, proporsi rumah berdinding bambu, proporsi rumah layak huni, dan cakupan PCV memiliki efek langsung signifikan terhadap prevalensi pneumonia balita. Efek spillover tidak signifikan, mengindikasikan determinan beroperasi terutama pada tingkat provinsi setempat. Intervensi lokal yang terfokus pada peningkatan kualitas perumahan, pengelolaan kepadatan penduduk, dan perluasan cakupan imunisasi PCV diperlukan secara merata di seluruh provinsi Indonesia
Copyrights © 2026