Diabetes melitus berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya adalah kaki diabetik (diabetic foot), apabila tidak dikelola secara optimal. Ipswich Touch Test (IpTT) hadir sebagai metode skrining sederhana yang dapat diaplikasikan oleh tenaga non-profesional, termasuk kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini neuropati diabetik antara kelompok yang diberikan edukasi dan praktik langsung secara berpasangan (kelompok intervensi) dengan kelompok yang diberikan edukasi melalui video (kelompok kontrol). Studi ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group. Sebanyak 30 kader kesehatan dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan dan checklist prosedur IpTT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan pemeriksaan Ipswich Touch Test (IpTT) secara langsung kepada kader Posyandu efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam skrining neuropati diabetik dengan peningkatan yang lebih tinggi (pengetahuan +5,40 poin; keterampilan +4,93 poin) dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menggunakan media video (p<0,001). Disarankan agar pelatihan IpTT secara langsung dengan metode demonstrasi dan praktik langsung diintegrasikan ke dalam program pelatihan rutin kader kesehatan di Puskesmas untuk deteksi dini neuropati diabetik.
Copyrights © 2026