Masalah transportasi fuzzy menangani pasokan, permintaan, dan biaya menggunakan bilangan fuzzy, yang mengkonversi ke nilai crisp melalui Robust Ranking sebelum dioptimalkan dengan metode Modified Distribution (MODI), Improved Zero Point, dan Modified Zero Suffix. Teknik ini dipillih karena memberikan hasil akurat dibandingkan rumus rata-rata biasa, perhitungannya mempertimbangkan seluruh nilai dalam bilangan fuzzy, sehingga informasi menjadi lebih representatif. Tujuan utama penelitian ini adalah menentukan alokasi barang yang meminimalkan total biaya fuzzy sekaligus memenuhi batasan persediaan dan permintaan fuzzy. MODI adalah metode umum yang digunakan untuk menentukan sel kosong penghemat biaya dengan menentukan solusi awal terlebih dahulu, sementara Improved Zero Point memulai langkah alokasi dari biaya tertinggi dari hasil reduksi baris dan kolom, sedangkan Modified Zero Suffix berbasis pencarian nilai suffix untuk penentuan urutan alokasi. Hasil Penelitian menunjukkan metode MODI paling optimal dengan biaya Rp9.099.196 diikuti Modified Zero Suffix Rp9.132.967, lalu Improved Zero Point Rp9.230.083. Hasil ini berhasil memberikan estimasi biaya yang lebih efisien dengan pengurangan biaya menggunakan metode MODI sebesar 6,32%, Improved Zero Point sebesar 4,98%, dan Modified Zero Suffix sebesar 5,98% dibandingkan biaya aktual. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode MODI paling direkomendasikan untuk menyelesaikan masalah transportasi fuzzy dalam upaya meminimalkan total biaya distribusi dengan tetap memenuhi batasan pasokan dan permintaan yang bersifat fuzzy dalam kasus PT. Tamarin Jaya.
Copyrights © 2026