Physiological, hormonal, and psychological adjustments during late pregnancy may increase women’s vulnerability to anxiety. Persistent anxiety during this period can adversely affect maternal well-being and fetal development, highlighting the need for supportive factors that help maintain maternal psychological stability. Husband support is considered one of the essential resources during pregnancy, as spouses often serve as the closest companions for pregnant women. This study aimed to examine the association between husband support and anxiety levels among third-trimester pregnant women at Ballaparang Public Health Center, Makassar. A quantitative observational analytic study with a cross-sectional design was conducted. The study involved 31 respondents recruited through accidental sampling. Data were collected using questionnaires assessing husband support and maternal anxiety, then analyzed with the Spearman rho test at a 5% significance level. The findings indicated that husband support scores ranged from 42 to 72, with a mean of 54.37 ± 8.25. Statistical analysis demonstrated a correlation coefficient of -0.386 and a p-value of 0.031, indicating a statistically significant inverse relationship between husband support and maternal anxiety. Greater husband involvement was associated with lower anxiety levels among pregnant women in the third trimester. Emotional, informational, appraisal, and instrumental support from husbands were found to contribute to improved maternal psychological readiness before childbirth. Strengthening husband participation in antenatal services is recommended to support maternal mental health outcomes. ABSTRAK Perubahan fisiologis, hormonal, dan psikologis selama akhir masa kehamilan dapat meningkatkan kerentanan ibu terhadap kecemasan. Kondisi kecemasan yang berlangsung terus-menerus berisiko memengaruhi kesehatan ibu serta perkembangan janin, sehingga diperlukan faktor pendukung yang mampu menjaga stabilitas psikologis ibu hamil. Salah satu bentuk dukungan yang dinilai penting berasal dari suami sebagai pendamping utama selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara dukungan suami dan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Ballaparang Kota Makassar. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden dipilih melalui teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui instrumen kuesioner mengenai dukungan suami dan tingkat kecemasan ibu hamil, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan skor dukungan suami berada pada rentang 42–72 dengan rerata 54,37 ± 8,25. Analisis statistik memperoleh koefisien korelasi sebesar -0,386 dan nilai p = 0,031, yang menunjukkan adanya hubungan negatif bermakna antara kedua variabel. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan dukungan suami berkaitan dengan penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Dukungan dalam bentuk emosional, pemberian informasi, penghargaan, dan bantuan instrumental berkontribusi terhadap kesiapan psikologis ibu menjelang persalinan. Keterlibatan aktif suami direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal guna mendukung kesehatan mental maternal.
Copyrights © 2026