Karies yang melibatkan pulpa pada gigi desidui memerlukan perawatan konservatif untuk mempertahankan gigi hingga terjadinya eksfoliasi fisiologis. Pulpotomi merupakan prosedur yang umum digunakan pada kasus pulpitis reversibel dengan tujuan mempertahankan vitalitas pulpa radikular. Mineral Trioxide Aggregate (MTA) dikenal memiliki biokompatibilitas tinggi serta kemampuan merangsang pembentukan jaringan keras, sehingga menjadi pilihan alternatif dalam prosedur pulpotomi. Artikel ini melaporkan kasus pasien perempuan berusia 9 tahun dengan keluhan gigi berlubang dan rasa ngilu pada gigi 85 saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin. Meskipun lesi karies oklusal tampak kecil, pembersihan karies menunjukkan keterlibatan pulpa secara ekstensif, sehingga ditegakkan diagnosis pulpitis reversibel pada gigi 85. Pulpotomi dilakukan melalui amputasi pulpa koronal, aplikasi formokresol, penempatan MTA, pemasangan cotton pellet lembap, dan penutupan kavitas dengan tumpatan sementara. Evaluasi tiga minggu pasca perawatan menunjukkan perbaikan klinis tanpa keluhan subjektif disertai gambaran radiografis yang mendukung. Pada evaluasi lima minggu, ditemukan mobilitas derajat 1 sebagai tanda resorpsi fisiologis. Mekanisme kerja MTA meliputi pembentukan kalsium karbonat, peningkatan sekresi fibronektin, dan diferensiasi odontoblast-like cells yang berperan dalam pembentukan barier jaringan keras. MTA memiliki tingkat keberhasilan dan keamanan yang tinggi, meskipun beberapa keterbatasan seperti potensi perubahan warna dan waktu setting yang lama. Secara keseluruhan, MTA efektif sebagai medikamen pulpotomi dengan hasil klinis jangka pendek yang baik, namun evaluasi jangka panjang tetap diperlukan untuk menilai keberhasilan secara menyeluruh.
Copyrights © 2026