Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Ma’u Pogo sebagai ruang sakral melalui kajian interaksi antara keindahan alam, budaya lokal, dan spiritualitas dalam hubungan manusia dengan alam dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal, dan laporan penelitian. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan keterkaitan antar variabel yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’u Pogo merupakan ruang sakral yang terbentuk melalui integrasi tiga dimensi utama, yaitu keindahan alam sebagai medium spiritual, budaya lokal sebagai sistem nilai dan norma, serta spiritualitas sebagai landasan etika lingkungan. Keindahan alam tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga membangun kesadaran religius dan ekologis masyarakat. Budaya lokal berperan dalam menjaga kesakralan melalui ritual, mitos, dan norma adat, sementara spiritualitas membentuk hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Namun, modernisasi menjadi tantangan yang berpotensi menggeser makna sakral menjadi nilai ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara alam, budaya, dan spiritualitas merupakan kunci dalam menciptakan hubungan yang seimbang antara manusia, alam, dan Tuhan. Ma’u Pogo memiliki potensi sebagai model ruang sakral berbasis kearifan lokal yang mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan nilai spiritual.
Copyrights © 2026