Artikel ini bertujuan untuk mengkaji citra perempuan tangguh dalam novel Tirakating Manah karya Sela Istigfari melalui pendekatan kritik feminis. Dalam banyak karya sastra, perempuan sering direpresentasikan sebagai sosok yang lemah, pasif, dan berada pada posisi subordinat akibat kuatnya budaya patriarki. Representasi tersebut secara tidak langsung memperkuat stereotip dan ketimpangan gender dalam kehidupan sosial. Namun, novel Tirakating Manah menghadirkan gambaran yang berbeda. Tokoh perempuan dalam novel ini digambarkan memiliki keteguhan hati, kemandirian berpikir, serta keberanian dalam menghadapi tekanan dan konflik sosial budaya yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap teks novel sebagai sumber data utama. Analisis difokuskan pada sikap, tindakan, dan dialog tokoh perempuan yang mencerminkan nilai-nilai ketangguhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan tidak semata-mata diposisikan sebagai korban keadaan, melainkan sebagai subjek aktif yang mampu menentukan pilihan hidupnya. Dengan demikian, novel ini memuat kritik feminis yang relevan dan sejalan dengan upaya memperjuangkan kesetaraan gender dalam konteks masyarakat modern.
Copyrights © 2026