Terumbu karang di Indonesia menghadapi degradasi serius sehingga memerlukan upaya rehabilitasi aktif seperti transplantasi karang. Program pengabdian masyarakat “BERLAYAR” bertujuan mengkaji efektivitas teknik transplantasi karang Acropora sp. sekaligus memperkuat kapasitas komunitas konservasi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 di Desa Sukarame, Banten, bekerja sama dengan KABL (Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut). Metode yang digunakan meliputi transplantasi 20 fragmen karang Acropora sp. menggunakan media rak besi dan perekat lem epoxy pada kedalaman 3-5 meter. Hasil implementasi menunjukkan keberhasilan model kolaborasi yang efektif, di mana pelatihan teknis oleh KABL meningkatkan pemahaman dan kapasitas volunteer dalam konservasi. Secara teknis, kombinasi rak besi dan lem epoxy memberikan stabilitas optimal terhadap gangguan arus, menjadi faktor penting keberhasilan transplantasi jangka pendek. Program ini menegaskan bahwa intervensi rehabilitasi yang terencana dan melibatkan partisipasi aktif komunitas merupakan kunci percepatan pemulihan ekosistem terumbu karang.
Copyrights © 2026