Kawasan wisata Tirta Sena–Curug Muntu memiliki potensi ekowisata, namun pengelolaannya terkendala keterbatasan pasokan listrik dan kurangnya kapasitas digital, sehingga jam operasional, promosi, dan tata kelola belum optimal. Program pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan destinasi melalui integrasi energi terbarukan dan penguatan keterampilan digital berbasis partisipasi masyarakat. Metode meliputi instalasi PLTS Box 1000 W sebagai sumber listrik mandiri, pelatihan digital branding, produksi konten promosi, serta pendampingan kelembagaan pengelola. Evaluasi dampak dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis tren kunjungan serta omzet. Hasil menunjukkan PLTS Box 1000 W menyediakan energi stabil untuk penerangan dan mendukung aktivitas wisata malam, sementara kemampuan pengelola dalam mengelola media sosial dan memproduksi konten meningkat. Kunjungan naik dari rata-rata 180 menjadi lebih dari 400 pengunjung per bulan, dan omzet meningkat dari Rp900.000 menjadi Rp2.000.000 per bulan. Program ini efektif meningkatkan daya saing destinasi dan kesejahteraan masyarakat; penguatan kapasitas lokal menjadi kunci keberlanjutan.
Copyrights © 2026