Sistem budidaya ikan dalam ember (budikdamber) sering kali menghadapi tantangan berupa penurunan kualitas air dan fluktuasi kesehatan ikan akibat keterbatasan ruang serta akumulasi sisa pakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perbedaan frekuensi pemberian bakteri asam laktat (BAL) terhadap kesehatan dan perilaku ikan lele (Clarias sp.) dalam sistem budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Rancangan percobaan terdiri atas tiga frekuensi pemberian BAL (A, B, C) dan kontrol (K), masing-masing dengan tiga ulangan (A1–A3, B1–B3, C1–C3, K1–K3). Parameter yang diamati meliputi perilaku makan (skor gerak mulut), gaya berenang, respons terhadap pakan, warna tubuh, kondisi sirip dan tubuh serta kualitas air (suhu, pH, DO). Pengamatan dilakukan mingguan selama 28 hari. Hasil menunjukkan perlakuan B mempertahankan skor gerak mulut cepat, aktivitas berenang aktif, warna tubuh cerah, sirip utuh, dan respons pakan tinggi. Perlakuan A cenderung memiliki skor makan lebih rendah, sedangkan C menunjukkan variasi antar ulangan. Kontrol menunjukkan kondisi stabil namun tidak seoptimal B. Kualitas air pada semua perlakuan berada dalam kisaran layak bagi lele. Pemberian BAL dengan frekuensi pada perlakuan B terbukti paling efektif dalam mempertahankan stabilitas fisiologis, meningkatkan nafsu makan, dan mendukung pertumbuhan ikan dalam sistem budikdamber.
Copyrights © 2026