Armada angkutan kota di Kabupaten Pasuruan, khususnya dengan kode G3, sering mengalami kerusakan yang berdampak pada penurunan waktu operasional dan pendapatan pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen mesin yang paling sering mengalami kegagalan dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta menghitung biaya perawatan dan perbaikan dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Hasil analisis menunjukkan bahwa komponen Platina merupakan bagian paling kritis dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 384. Biaya perbaikan total komponen ini tercatat sebesar Rp172.813, sedangkan biaya perawatan preventif hanya Rp105.781. Dengan demikian, penerapan perawatan preventif efektif dalam menekan kerusakan dan mengurangi biaya hingga 10%.
Copyrights © 2025