Limbah pangan tidak hanya berdampak negatif pada lingkungan, tetapi juga mencerminkan inefisiensi dalam sistem produksi dan distribusi pangan. Food loss and waste (FLW) menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif untuk mengelola limbah pangan secara efektif dan berkelanjutan. Pendidikan memainkan peran kunci dalam mendorong keberlanjutan pada industri pangan, salah satunya melalui pengenalan konsep sustainability kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada program keahlian tata boga. Metode edukasi yang digunakan meliputi pemaparan materi dan penggunaan alat peraga. Berdasarkan hasil pre-test terhadap 24 peserta, diketahui bahwa 8% peserta berada pada kategori pemahaman sangat kurang, 88% kurang, dan 4% cukup. Setelah edukasi diberikan, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni 42% peserta mencapai kategori sangat baik, 54% baik, dan 4% cukup. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini terbukti memberikan dampak positif yang terukur terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai keberlanjutan pangan. Kata kunci: Limbah pangan, Transformasi, Keberlanjutan, Pangan fungsional
Copyrights © 2026