Jurnal Masyarakat Madani Indonesia
Vol. 5 No. 2 (2026): Mei

Pemberdayaan Remaja Dalam Pembentukan Personal Hygiene Reproduksi Remaja Putri Awal di SDN Pucung, Gunung Kidul

Amalia, Inka Nur Aghni Amalia (Unknown)
Nurhidayati, Siti (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 May 2026

Abstract

Menurut WHO (2022) remaja merupakan transisi dari anak dan dewasa dengan rentang usia 10-19 tahun. Sedangkan menurut Kemenkes RI, remaja adalah periode transisi dari anak-anak ke dewasa yang mengalami berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Dimulai usia 10-13 tahun dan berakhir usia 18–22 tahun (Kemenkes RI, 2022). Namun, rendahnya pengetahuan terkait personal hygiene reproduksi menjadi penyebab berkembangnya mikroorganisme. Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa 35-40% perempuan pernah mengalami infeksi organ reproduksi disebabkan kebersihan diri. Penelitian sebelumnya dengan responden berjumlah 23 siswi (71,9%) tidak siap menghadapi menarche karena kurangnya pengetahuan personal hygiene reproduksi saat menstruas). Fenomena tersebut menunjukkan rendahnya pengetahuan personal hygiene reproduksi pada remaja awal putri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri awal menngenai personal hygiene reproduksi pada siswi kelas 4-6, SDN Pucung, Gunung Kidul. Metode kegiatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one grup pre-test dan post-test.  Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor pre-test 6,06, rata-rata skor post-test 7,63, dan hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,012. Kesimpulan terdapat peningkatan rata-rata skor pre test dan post test, analisis bivariat memiliki hubungan signifikan yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan siswi terkait personal hygiene area reproduksi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JS

Publisher

Subject

Humanities Computer Science & IT Education Public Health Social Sciences

Description

Jurnal ini berfokus pada penelitian dan program keterlibatan akademisi-komunitas untuk memajukan teori, penelitian, dan praktik yang berguna bagi masyarakat. Selain mengenal semua istilah filosofis di lapangan, yaitu community engagement, development, empowerment, dan service, kami juga menyambut ...