Tata kelola Badan Usaha Milik Desa sering kali menjumpai kendala dalam membangun kepercayaan masyarakat karena laporan kinerja yang masih bersifat administratif dan non-transparansi bagi publik. BUMDes Berdikari Abadi Sedatigede menghadapi kesamaan problem dalam menyampaikan perkembangan berbagai unit usahanya kepada penduduk desa. Kegiatan pengabdian ini mengusulkan pemanfaatan media sosial dengan memperkuat akuntabilitas visual untuk menjembatani kesenjangan informasi tersebut. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengubah data operasional menjadi narasi digital yang transparan dan dapat kredibel. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metodologi netnografi, yang didukung oleh teknik observasi partisipatif serta analisis narasi visual di platform Instagram. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa unggahan bukti visual nyata, seperti dokumentasi operasional harian, efektif dalam meningkatkan legitimasi organisasi dan membangun kepercayaan masyarakat. Walaupun terdapat tantangan berupa rendahnya interaksi digital dengan audiens lokal, ada perubahan signifikan pada mitra yang kini lebih terbuka dalam mempublikasikan kemajuan unit usaha lokal dan program ketahanan pangan pangan. Dengan demikian, akuntabilitas visual mampu menjadi penghubung dalam komunikasi antara pengelola desa dan warga melalui transparansi data digital yang nyata. Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada pemanfaatan alat analitik digital yang lebih tepat guna menilai dampak psikologis dari transparansi visual terhadap persepsi kepercayaan masyarakat secara kuantitatif di era masyarakat jejaring.
Copyrights © 2026