Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya keterampilan sosial siswa sekolah dasar akibat perkembangan teknologi yang pesat, yang menyebabkan anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan perangkat digital dibandingkan dengan teman sebaya mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana permainan tradisional berperan dalam membentuk keterampilan sosial siswa, serta untuk mengetahui jenis permainan tradisional yang digunakan dan peran guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di SDN Wadas II Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Subjek penelitian terdiri dari dua guru dan tiga siswa kelas III–V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti Tarompah, Dagongan, dan Hadang mampu membentuk aspek keterampilan sosial siswa, meliputi komunikasi efektif, pemecahan masalah, interaksi sosial, serta simpati dan empati. Guru berperan aktif sebagai fasilitator, pembimbing, dan evaluator dalam pelaksanaan permainan tradisional, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan membangun karakter siswa. Dengan demikian, permainan tradisional terbukti menjadi media yang efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa dan dapat dijadikan strategi dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
Copyrights © 2025