Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja sektor industri informal, termasuk pekerja konveksi. Kelelahan kerja dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, produktivitas kerja, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja Konveksi Alsidiq Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 44 pekerja yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi jam kerja (p-value = 0,041; OR = 5,000) dan status gizi (p-value = 0,017; OR = 7,000) dengan kejadian kelelahan kerja. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara umur (p-value = 0,759) maupun masa kerja (p-value = 1,000) dengan kelelahan kerja pekerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah durasi kerja berlebih (> 8 jam) dan status gizi kurang merupakan faktor risiko dominan terhadap kelelahan kerja di Konveksi Alsidiq. Oleh karena itu, pengaturan jam kerja, waktu istirahat, dan pemantauan status gizi pekerja perlu dilakukan untuk menurunkan risiko kelelahan kerja.
Copyrights © 2026