Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Konveksi Alsidiq Kota Tasikmalaya Ghaida Fauziah; Euis Mira Mutiara; Fahruniaji Nugraha; Lintana Muthi Nafila; Nadine Angelita Camelia Chandra; Muhamad Fajar Maulidi Tanjung
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Mei 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9967

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja sektor industri informal, termasuk pekerja konveksi. Kelelahan kerja dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, produktivitas kerja, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja Konveksi Alsidiq Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 44 pekerja yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi jam kerja (p-value = 0,041; OR = 5,000) dan status gizi (p-value = 0,017; OR = 7,000) dengan kejadian kelelahan kerja. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara umur (p-value = 0,759) maupun masa kerja (p-value = 1,000) dengan kelelahan kerja pekerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah durasi kerja berlebih (> 8 jam) dan status gizi kurang merupakan faktor risiko dominan terhadap kelelahan kerja di Konveksi Alsidiq. Oleh karena itu, pengaturan jam kerja, waktu istirahat, dan pemantauan status gizi pekerja perlu dilakukan untuk menurunkan risiko kelelahan kerja.
ANALISIS POSTUR KERJA DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA INDUSTRI RUMAH TANGGA TEMPE DI CIRAHONG, KABUPATEN CIAMIS Shafa Nida Ankafiyya; Naila Nurrobbani; Hana Humaira Hidayah; Amelia Azahra; Angelica Kezya Mutiara Sesa Batubara; Muhamad Fajar Maulidi Tanjung
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Mei 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.10064

Abstract

Industri tempe rumahan merupakan salah satu sektor informal yang masih sangat bergantung pada tenaga kerja manual, sehingga pekerja berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dan keluhan muskuloskeletal di kalangan pekerja industri tempe rumahan di Cirahong, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 32 responden menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti. Variabel yang diteliti meliputi postur kerja membungkuk, duduk terlalu lama, memutar tubuh, penggunaan alat bantu kerja, postur kerja statis, dan kebiasaan peregangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara semua variabel postur kerja dengan tingkat keluhan pekerja, yaitu postur membungkuk (nilai p <0,001), duduk terlalu lama (nilai p 0,035), memutar tubuh (nilai p 0,035), kurangnya alat bantu kerja (nilai p 0,043), postur kerja statis (nilai p 0,003), dan kebiasaan peregangan (nilai p 0,007). Penelitian ini menyimpulkan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis dan kurangnya dukungan dari alat bantu kerja berhubungan dengan tingginya angka keluhan muskuloskeletal di kalangan pekerja industri rumahan tempe; oleh karena itu, penerapan ergonomi, penyediaan alat bantu kerja yang memadai, dan edukasi tentang peregangan diperlukan untuk mengurangi risiko keluhan muskuloskeletal.
Analisis Beban Kerja, Dukungan Sosial Dan Hubungan Interpersonal Dengan Stres Kerja Pada Perempuan Usia Remaja Bagian Jahit Di Pt X icha chairunnisa; Nur Asniati Djaali; Lilis Heri Mis Cicih; Muhamad Fajar Maulidi Tanjung
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i2.241

Abstract

Work stress is a public health issue that can negatively impact worker productivity and well-being. Adolescent female workers are more susceptible to work stress, given that they are in the psychosocial development phase but already have to deal with the demands of production loads and work environment pressures. This study aims to examine the relationship between workload, social support, and interpersonal relationships with work stress levels among adolescent female workers in the sewing department of PT X. The study was conducted using a quantitative approach using a cross-sectional design. A total of 144 respondents were randomly selected, based on the criteria of 18–24 years of age and working in the sewing department. Data collection used a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression. The results of the analysis showed that workload had no significant relationship with work stress (p = 0.008; OR = 3.182). Social support showed an insignificant relationship with work stress (p = 0.888; OR = 0.933), indicating that the formed social support is not optimal. In interpersonal relationships, this study showed a significant correlation with work stress (p = 0.001; OR = 4.388), indicating that good communication and cooperation quality contribute to reducing stress levels. From the results of multiple regression, the only significant variable was poor interpersonal relationships, which had a 4.4 times greater risk of experiencing stress compared to social support and workload. The main conclusion of the study stated that workload and interpersonal relationships significantly influenced the level of work stress in female teenage workers in the sewing section, while social support did not have a consistent effect on work stress or was not significant. The need for proportional workload management, increasing promotion programs and control in the workplace, and strengthening interpersonal relationships as preventive strategies to reduce stress and improve worker welfare.
Edukasi Keselamatan dan Kesehatan kerja pada Petugas dan Pemulung di TPA Ciangir Andik Setiyono; Muhamad Fajar Maulidi Tanjung; Galih Rahmat Jatnika; Raden Roro Dita Arviananda; Sri Wanto; Bella Kusuma Dewi; Darwin Safiu; Ajeng Suci Lestari; Mutia Hadi Pratiwi
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26660

Abstract

Keberadaan pemulung sebenarnya memiliki kontribusi positif terhadap pengurangan sampah melalui proses pemilahan material daur ulang. Namun demikian, aktivitas pemilahan sampah di lokasi TPA memiliki risiko yang tinggi terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tahapan kegiatan pengabdian Masyarakat ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan terdiri dari koordinasi, perizinan dan menyiapkan peralatan penunjang dan penyiapan materi edukasi. Pelakasanaan kegiatan ini berupa ceramah dan diskusi aktif dengan bantuan power point dan poster. Evlauasi kegiatan ini dilihat dari nilai pre-test dan post-test serta wawancara beberapa peserta terkait tanggapan kegiatan. Dari hasil kegiatan ini dengan metode yang digunakan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta (p-value = 0,001). Dari hasil wawancara juga menunjukan peseta bersikap sangat positi dan antusian terhadap kegiatan ini. Kegiatan selanjutnya adalah menargetkan semua para pemulung yang ada di TPA serta kegiatan yang berkeleanjutan berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan pemulung dan pelestarian lingkungan sekitar.