Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana KBGO dalam kasus-kasus kontemporer serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam proses penegakan hukum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, yang didukung oleh bahan analisis hukum terhadap putusan pengadilan dan bahan hukum sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap KBGO masih menghadapi berbagai kendala, antara lain ketidakjelasan norma hukum, kesulitan dalam pembuktian digital, keterbatasan kapasitas aparat, serta masih terjadinya reviktimisasi terhadap korban. Selain itu, terdapat inkonsistensi dalam penerapan pasal-pasal yang relevan, yang berdampak pada belum optimalnya pemberian keadilan bagi korban. Implikasi dari penelitian ini menegaskan perlunya pembaruan hukum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penguatan pendekatan berbasis perlindungan korban dalam sistem peradilan pidana. Dengan demikian, diharapkan penegakan hukum terhadap KBGO dapat berjalan lebih efektif, adil, dan responsif terhadap kebutuhan korban.
Copyrights © 2025