Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance, yaitu dewan direksi (DD), frekuensi rapat dewan direksi (FRD), dan Gender Diversity (GD), terhadap Carbon Emission Disclosure (CED) pada perusahaan sektor industrial yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020–2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan direksi tidak berpengaruh terhadap CED. Sementara itu, frekuensi rapat dewan direksi dan Gender Diversity berpengaruh signifikan terhadap CED dengan arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa intensitas rapat yang tinggi cenderung berorientasi pada penyelesaian masalah jangka pendek dan meningkatkan kehati-hatian terhadap risiko reputasi, sehingga menurunkan tingkat pengungkapan emisi karbon. Selain itu, peningkatan proporsi perempuan dalam dewan belum sepenuhnya mendorong transparansi lingkungan.
Copyrights © 2026