Kinerja puskesmas merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan primer. Faktor yang dapat memengaruhi kinerja antara lain motivasi kerja pegawai dan dukungan dana operasional seperti Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi kerja dan pemanfaatan dana BOK dengan kinerja puskesmas di UPTD Puskesmas Sedanau Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pegawai puskesmas sebanyak 30 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 26–35 tahun (70%), berjenis kelamin perempuan (73,3%), bekerja sebagai bidan (36,7%), berpendidikan D3 (73,3%), berstatus ASN (56,7%), dengan lama kerja 1–5 tahun (60%). Sebagian besar memiliki motivasi kerja tinggi (56,7%) dan menilai pemanfaatan dana BOK cukup (56,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja puskesmas (p = 0,005), tetapi tidak terdapat hubungan signifikan antara pemanfaatan dana BOK dengan kinerja (p = 0,181). Uji Chi Square mendukung bahwa motivasi kerja berhubungan dengan perbedaan penilaian kinerja (p = 0,002), sedangkan dana BOK tidak berhubungan signifikan (p = 0,531). Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja puskesmas, sedangkan pemanfaatan dana BOK tidak.
Copyrights © 2026