Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena konsumsi budaya populer Korea (Hallyu) yang mendorong perilaku pembelian tidak terencana di kalangan penggemar K-Pop di Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan Obsessive Brand Passion terhadap impulsive buying dalam pembelian tiket konser K-Pop. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria penggemar K-Pop di Samarinda berusia 15–54 tahun. Teknik analisis data meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) dan Obsessive Brand Passion secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Secara simultan, kedua variabel juga berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian impulsif tiket konser K-Pop. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan sosial dan keterikatan emosional terhadap idola mendorong penggemar melakukan pembelian spontan. Kata kunci: Fear of Missing Out (FoMO), Obsessive Brand Passion, Impulsive Buying, Konser K-Pop, Samarinda
Copyrights © 2026