Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter, kemampuan numerasi, dan literasi kesehatan peserta didik melalui pendekatan pembelajaran interaktif berbasis teknologi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manongkoki, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Program ini dirancang untuk mengatasi rendahnya keterlibatan peserta didik, keterbatasan kompetensi numerasi, dan kurangnya kesadaran kesehatan di kalangan remaja. Kegiatan mencakup sesi pembelajaran digital interaktif, latihan pemecahan masalah berbasis numerasi, dan lokakarya literasi kesehatan yang diintegrasikan melalui platform teknologi mobile dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Sebanyak 32 peserta didik kelas VIII mengikuti empat sesi terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik pada skor numerasi (52,4 menjadi 73,8; +21,4 poin; t(31) = 8,42, p < 0,001) dan skor pengetahuan kesehatan (44,6 menjadi 69,2; +24,6 poin). Seluruh indikator karakter juga meningkat secara konsisten, dengan rata-rata peningkatan 0,9 poin pada skala 4, khususnya pada dimensi kolaborasi (+1,1) dan kejujuran (+0,8). Model pembelajaran terintegrasi berbasis teknologi ini dapat menjadi solusi praktis yang dapat direplikasi untuk penguatan kompetensi multidimensi peserta didik di lingkungan madrasah dengan keterbatasan sumber daya konvensional.
Copyrights © 2026