Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan identitas masyarakat Bugis dalam film Jodoh 3 Bujang (2025) karya Arfan Sabran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Stuart Hall yang berfokus pada proses encoding dan decoding dalam membangun makna budaya. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan, dialog, serta simbol budaya dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi patriarki direpresentasikan melalui dominasi figur ayah dalam pengambilan keputusan keluarga yang berkaitan dengan konsep siri sebagai tanggung jawab kolektif. Uang panai mengalami pergeseran makna menjadi instrumen stratifikasi sosial yang dipengaruhi oleh standar ekonomi modern. Selain itu, fenomena generasi sandwich memunculkan konflik antara kepatuhan terhadap nilai tradisional dan kebutuhan otonomi individu. Sebagai bentuk resolusi, filosofi maritim natoalia direpresentasikan sebagai upaya rekonstruksi identitas yang resilien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan dinamika perubahan nilai dalam masyarakat Bugis di era modern.
Copyrights © 2026