Abstrak Transformasi digital dalam ekonomi syariah membawa tantangan etika baru, khususnya dalam praktik transaksi di platform marketplace. Artikel ini mengkaji relevansi larangan gharar (ketidakjelasan) dan tadlis (penipuan) dalam hadis Nabi Muhammad SAW terhadap praktik manipulatif seperti ulasan palsu, harga semu, dan dark pattern. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan tafsir tematik hadis (maudhu’i) terhadap sumber primer (Shahih al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud) dan sekunder (jurnal Sinta/Scopus, buku pakar, laporan APJII/LPEI). Hasil menunjukkan bahwa hadis secara eksplisit melarang segala bentuk ketidakjelasan dan penyesatan dalam transaksi, yang secara langsung relevan dengan praktik digital kontemporer. Artikel ini menawarkan kerangka etika operasional berbasis hadis untuk pengembang platform, regulator, dan pelaku usaha syariah. Kata Kunci: Dark Pattern, Etika Digital, Gharar, Hadis, Tadlis Abstract The digital transformation of Islamic economics presents new ethical challenges, particularly in marketplace transaction practices. This article examines the relevance of the prophetic prohibition of gharar (uncertainty) and tadlis (deception) in authentic hadiths to manipulative practices such as fake reviews, phantom pricing, and dark patterns. The study employs library research with a thematic hadith analysis (maudhu’i) of primary sources (Shahih al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud) and secondary sources (Sinta/Scopus-indexed journals, expert monographs, APJII/LPEI reports). Findings reveal that hadiths explicitly forbid ambiguity and deception in trade principles directly applicable to contemporary digital practices. The article proposes an operational ethical framework rooted in hadith for platform developers, regulators, and Islamic business actors. Keywords: Dark Pattern, Digital Ethics, Gharar, Hadith, Tadlis
Copyrights © 2026