Abstrak Latar belakang: Hipotiroid kongenital adalah kondisi di mana fungsi kelenjar tiroid menurun sejak lahir yang disebabkan karena kelainan struktur kelenjar tiroid. Kejadian hipotiroid kongenital secara global terjadi pada 1:3000 kelahiran. Angka kelahiran mencapai 4,4 juta per tahun, diperkirakan setiap tahunnya lahir 1.500 bayi dengan Hipotiroid Kongenital. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi, sosial budaya dan dukungan tenaga kesehatan dengan cakupan skrining hipotiroid kongenital. Metode: Penelitian ini kuantitatif dengan crossectional. Sampel penelitian berjumlah 120 orang dengan teknik stratified random sampling yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi pada bulan Februari – April 2025. Analisis data menggunakan uji analisis chi-square. Hasil: Pada hasil penelitian Pengetahuan didapatkan p-value 0,039 (p<0,05), Dukungan Keluarga didapatkan p-value 0,018 (p<0,05), Sumber Informasi didapatkan p-value 0,029 (p<0,05), Sosial Budaya didapatkan p-value 0,432 (p>0,05) dan Dukungan Tenaga Kesehatan didapatkan p-value 0,000 (p<0,05) Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan serta tidak terdapat hubungan antara sosial budaya dengan cakupan skrining hipotiroid kongenital.
Copyrights © 2026