Kemampuan literasi pada jenjang sekolah dasar merupakan indikator krusial dalam keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang kompeten, kritis, dan berdaya saing global menuju visi Indonesia Emas 2045. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif profil kemampuan literasi tujuh siswa di SDN Kuningan Blitar melalui aktivitas menceritakan kembali (retelling) dengan bantuan media buku cerita fabel bergambar. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan subjek dari tingkatan kelas yang berbeda untuk memetakan disparitas kognitif dan bahasa. Prosedur kegiatan mencakup pemberian buku fabel secara acak, sesi membaca mandiri selama 20 menit, persiapan 5 menit, dan sesi bercerita yang didokumentasikan melalui kanal YouTube Edura Empathy. Evaluasi akhir dilakukan menggunakan angket literasi fabel yang terdiri dari sepuluh indikator pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbedaan yang kontras antara siswa kelas rendah dan kelas tinggi. Siswa kelas 5 dan 6 menunjukkan penguasaan literasi yang matang pada seluruh aspek, sementara siswa kelas 2 masih menghadapi kendala signifikan pada kemampuan mengingat urutan cerita, rekonstruksi narasi menggunakan bahasa sendiri, dan pemahaman pesan moral (amanat). Penggunaan fabel bergambar terbukti meningkatkan motivasi dan aspek afektif siswa secara universal. Dokumentasi video melalui platform YouTube tidak hanya berfungsi sebagai media monitoring, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa saat berbicara di depan publik. Rekomendasi program difokuskan pada penguatan literasi inferensial bagi siswa kelas rendah melalui pendampingan berkelanjutan.
Copyrights © 2026