Peningkatan produksi kopi di Kabupaten Bogor menyebabkan bertambahnya limbah kulit tanduk kopi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini memiliki kandungan bahan organik yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pengolahan limbah kulit tanduk kopi menjadi pupuk organik cair menggunakan metode Hayami dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan 20 kg limbah menghasilkan 44 liter pupuk organik cair dengan nilai tambah sebesar Rp51.730/kg dan rasio nilai tambah 94%. Keuntungan yang diperoleh mencapai Rp43.230/kg dengan tingkat keuntungan 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha pengolahan limbah kulit tanduk kopi menjadi pupuk organik cair layak dikembangkan sebagai alternatif usaha agribisnis yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026