Abstract: Seiring dengan perkembangan teknologi, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Peningkatan akses pada media sosial turut meningkatkan potensi penyalahgunaannya. Kecerdasan artifisial telah digunakan untuk mensortir konten-konten yang diunggah; namun teknologi ini masih jauh dari sempurna. Content moderator dibutuhkan untuk memoderasi konten yang diunggah di platform media sosial. Tuntutan pekerjaan sebagai content moderator berpotensi memiliki tingkat stres yang tinggi, yang bila tidak dikelola dengan baik dapat mengarah ke perilaku kerja kontraproduktif. Studi ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara stres kerja, kecerdasan emosional, dan kepuasan kerja terhadap perilaku kerja kontraproduktif pada content moderator. Studi kuantitatif ini mengumpulkan data melalui kuesioner yang kemudian dianalisa menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil studi ini menemukan bahwa tidak ada pengaruh signifikan stres kerja terhadap perilaku kerja kontraproduktif, sedangkan kecerdasan emosional dan kepuasan kerja memengaruhi perilaku kerja kontraproduktif secara negatif dan signifikan.
Copyrights © 2026