Penelitian ini membahas penerapan teori semiotika pada perancangan arsitektur Museum Perjuangan Bogor. Museum ini berfungsi sebagai wadah untuk mengenang perjuangan masyarakat Bogor pasca kemerdekaan. Melalui pendekatan semiotika Ogden dan Richards serta teori arsitektur Charles Jencks, penelitian ini mengidentifikasi tanda-tanda (‘sign’) perjuangan seperti ‘merebut’, ‘menyingkirkan’, dan ‘mempertahankan’ yang diterjemahkan menjadi konsep massa dan ruang bangunan. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara metode encoding-decoding (Stuart Hall) dan analisis teks komputasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan semiotika dapat membantu menghadirkan makna simbolik perjuangan melalui bentuk arsitektur.
Copyrights © 2026