This article discusses how the ideals of "Belief in the One Almighty God" are used to shape laws. Legislative development is frequently fraught with difficulties and challenges. One issue concerns the internalization of values in regulations. This article employs the socialization implementation technique, with residents of Tegalweru Village, Dau District, Malang Regency who are members of the Tegalweru Muhammadiyah Branch as its intended audience and through a video on Youtube Channel Sholahuddin Al-Fatih. The findings of this service reveal that internalizing the values of "Belief in the One Almighty God" into a regulation can be done in different methods, such as direct sentences in the order of construction of rules or indirect sentences in the content. Abstrak Bagaimana Menerapkan Nilai-Nilai "Ketuhanan Yang Maha Esa" dalam Proses Pembentukan Peraturan?Artikel ini mengkajitentang implementasi penggunaan nilai-nilai "Ketuhanan Yang Maha Esa" dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan. Pembentukan peraturan perundang-undangan seringkali menemui beberapa permasalahan dan tantangan. Salah satu permasalahan itu adalah terkait nilai yang perlu di internalisasi dalam sebuah peraturan. Artikel ini menggunakan metode pelaksanaan sosialisasi, dengan sasaran audiens adalah warga Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang tergabung dalam Ranting Muhammadiyah Tegalweru dan sebuah video di Channel Youtube Sholahuddin Al-Fatih. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai "Ketuhanan Yang Maha Esa" ke dalam sebuah peraturan, bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti: melalui kalimat langsung dalam tata urutan pembentukan peraturan; dan melalui kalimat tidak langsung dalam materi muatan.
Copyrights © 2025