Jurnal Dedikasi Hukum
Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025

Enhancing Public Legal Literacy on Legal Protection of Teachers Regarding Alleged Criminalization in Student Discipline Enforcement: Peningkatan Literasi Hukum Masyarakat tentang Perlindungan Hukum bagi Guru Terkait Dugaan Kriminalisasi dalam Penegakan Disiplin Siswa

Ratri Novita Erdianti (Unknown)
Nurzakiah (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Aug 2025

Abstract

Teacher educators often face a dilemma between the profession's demands and society's treatment. When teachers attempt to punish students to enforce discipline, parents and the community spontaneously categorize it as violating human rights and child protection laws. With these forces, teachers are in a very passive and weak position. Teachers often punish students to improve student discipline and potential, which ensnares them in legal cases. The purpose of this service is so that teachers are not afraid to discipline students who commit violations at school, and know that teachers have legal protection in carrying out their duties and obligations. By using the method of implementing legal counseling carried out in 2 (two) schools, namely SDN Dadaprejo 1 and SDN Junrejo 1, it has an impact on 35 (thirty-five) teachers knowing that there is legal protection when carrying out their duties and obligations in disciplining students at school which are regulated in various laws and regulations in Indonesia. Also, teachers should understand that there are limits to disciplining students by not using physical and verbal violence. The service results showed that teachers have several legal protections in laws and regulations, such as the Teacher and Lecturer Law, Permendikbud, Criminal Code, and Jurisprudence. Efforts that can be made include both non-litigation, by providing legal assistance and socializing related to the rights and obligations of teachers in education, and litigation.   Tenaga pendidik guru seringkali berada pada posisi yang dilematis, antara tuntutan profesi dan perlakukan masyarakat. Ketika guru berupaya untuk melakukan hukuman terhadap peserta didik dalam rangka menegakkan kedisiplinan maka secara spontan orang tua dan masyarakat mengkategorikannya sebagai tindakan melanggar Hak Asasi Manusia dan undang-undang perlindungan anak. Dengan kekuatan tersebut eksistensi guru berada pada posisi sangat pasif dan lemah. Bahwa dalam upaya meningkatkan disiplin dan potensi siswa, guru sering kali menerapkan hukuman kepada siswa yang justru menjeratnya kedalam kasus hukum. Tujuan pengabdian ini agar guru tidak takut untuk mendisiplinkan siswa yang melakukan pelanggaran di sekolah dan mengetahui bahwa guru memiliki perlindungan hukum dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Denngan menggunakan metode pelaksanaan penyuluhan hukum yang dilaksanakan di 2 (dua) sekolah yakni SDN Dadaprejo 1 dan SDN Junrejo 1 memberikan dampak kepada 35 (tiga puluh lima) guru mengetahui terdapat perlindungan hukum saat menjalankan tugas dan kewajibannya dalam mendisiplinkan siswanya di sekolah yang diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia dan juga guru memahami terdapat batasan dalam mendisplinkan siswa dengan tidak boleh melakukan kekerasan fisik dan verbal. Dari hasil pengabdian didapatkan bahwa guru memiliki beberapa perlindungan hukum dalam peraturan perundang-undangan seperti UU Guru dan Dosen, Permendikbud, KUHP, Yurisprudensi. Upaya yang dapat dilakukan baik secara nonlitigasi dengan memberikan bantuan hukum dan sosialisasi terkait hak dan kewajiban guru dalam pendidikan serta secara litigasi.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jdh

Publisher

Subject

Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Ruang lingkup jurnal Dedikasi Hukum berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai topik di bidang hukum yang berbasis penelitian seperti: Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan dan advokasi, Pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat, Pendampingan Masyarakat, dan Uji Coba Ilmu ...