Pekerja sektor informal pengolahan makanan memiliki risiko tinggi mengalami keluhan muskuloskeletal akibat posisi kerja yang tidak ergonomis, berdiri dalam waktu lama, serta gerakan berulang saat bekerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta memberikan edukasi ergonomi untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah pada pekerja usaha kuliner nasi goreng di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan meliputi pengkajian awal dan identifikasi masalah, pengukuran keluhan menggunakan Nordic Body Map dan Numeric Rating Scale (NRS), serta pemberian kuesioner pre-test dan post-test terkait pengetahuan K3. Selanjutnya dilakukan penyuluhan mengenai ergonomi kerja serta pelatihan latihan peregangan (stretching exercise) menggunakan media leaflet. Kegiatan ini melibatkan 15 pekerja dengan rentang usia 20–60 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja mengenai K3 dan ergonomi kerja setelah dilakukan penyuluhan serta latihan peregangan. Selain itu, pekerja menjadi lebih memahami posisi kerja yang benar serta pentingnya melakukan peregangan selama bekerja untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah.
Copyrights © 2026