Di era maraknya greenwashing, skeptisisme dalam diri konsumen dipandang sebagai hambatan bagi praktik konsumsi berkelanjutan. Untuk mendobraknya, penelitian ini membahas mengenai interaksi antara Kepercayaan akan Klaim Berkelanjutan (TSC), Skeptisisme Klaim Hijau (GS), dan Niat Beli Berkelanjutan (SPI). Skeptisisme Konstruktif menjadi hal krusial dalam interaksi ketiganya. Dengan menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, peneliti mendapatkan data dari 164 konsumen di Indonesia. Model Skeptisisme tersebut, dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis mengungkapkan Kepercayaan akan Klaim Berkelanjutan secara signifikan mereduksi Skeptisisme, dan secara langsung mendorong Niat Beli. Skeptisisme secara paradoksal, justru memberikan efek positif yang signifikan terhadap Niat Beli. Selain itu, analisis jalur memvalidasi terjadinya mediasi kompetitif, yang mengindikasikan adanya suppressor effect. Eliminasi total terhadap rasa skeptis menurunkan tingkat keterlibatan kognitif kritis. Studi ini membuktikan bahwa skeptisisme bukanlah sekadar manifestasi sikap apatisme, melainkan mekanisme pertahanan adaptif. Selanjutnya, studi ini memperlihatkan bahwa skeptisisme hijau melalui transparansi radikal, memampukan individu untuk memiliki Niat Beli Berkelanjutan yang sangat kuat.
Copyrights © 2026