Pendidikan Islam nonformal memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter dan nilai spiritual peserta didik di tengah tantangan globalisasi. Namun, kajian mengenai kebijakan lembaga sebagai instrumen pengatur dalam konteks ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan di Rumah Ulumul Qur’an At-Tauhid serta relevansinya dengan tujuan pendidikan nasional dalam perspektif teori sosial Thomas Hobbes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan lembaga diimplementasikan secara sistematis melalui tiga pilar utama, yaitu tahsin, tahfidz, dan muraja’ah, yang berorientasi pada kualitas bacaan, internalisasi nilai, dan pembentukan karakter. Implementasi kebijakan dilakukan secara fleksibel dan humanis, didukung metode pembelajaran variatif serta evaluasi berkala, dan terbukti relevan dengan tujuan pendidikan nasional, khususnya dalam pembentukan iman, takwa, dan akhlak mulia. Kesimpulannya, kebijakan pendidikan di Rumah Ulumul Qur’an At-Tauhid tidak hanya berfungsi sebagai pedoman operasional, tetapi juga sebagai bentuk otoritas yang menciptakan keteraturan pendidikan secara persuasif dan humanis, serta berkontribusi dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Copyrights © 2026