Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan fondasi pendidikan dasar Islam yang berperan penting dalam membentuk karakter dan intelektualitas anak pada masa “golden age” (7–12 tahun). Kualitas kepemimpinan kepala madrasah menjadi faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, namun kepala madrasah kerap menghadapi tantangan kompleks berupa keterbatasan sumber daya dan kebutuhan untuk memadukan manajemen modern dengan nilai-nilai keislaman.Menganalisis secara komprehensif bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dapat menjadi katalis dalam meningkatkan pengetahuan anak usia dasar Islam melalui berbagai pendekatan strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap literatur ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2019–2024. Kepemimpinan efektif di madrasah bersifat multidimensional, mengintegrasikan dimensi spiritual, pedagogis, dan manajerial. Tiga pilar utama yang harus dijaga kepala madrasah adalah: (1) pengembangan kompetensi guru melalui mentoring dan komunitas belajar profesional; (2) manajemen kurikulum integratif yang menyatukan muatan akademik dan nilai Islam; serta (3) pembentukan budaya religius melalui keteladanan dan pembiasaan. Kepala madrasah yang menerapkan kepemimpinan transformasional dan partisipatif terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Diperlukan model kepemimpinan kontekstual yang mempertimbangkan karakteristik lokal dan kebutuhan spesifik peserta didik usia dasar.
Copyrights © 2026