Membaca inferensial merupakan keterampilan literasi tingkat tinggi yang menuntut peserta didik untuk menarik kesimpulan logis dari makna-makna yang tidak tersurat secara eksplisit dalam teks. Meskipun demikian, temuan di lapangan menunjukkan bahwa siswa Madrasah Ibtidaiyah kerap mengalami hambatan serius dalam mengintegrasikan informasi tekstual dengan pengetahuan latar, sehingga proses penalaran inferensial gagal terwujud secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam ragam strategi scaffolding yang dirancang dan diterapkan oleh guru dalam mengatasi hambatan membaca inferensial siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data triangulasi, meliputi observasi partisipatif di ruang kelas, wawancara semi terstruktur dengan guru, dan telaah dokumen pembelajaran. Subjek penelitian terdiri atas dua orang guru kelas tinggi dan kelompok siswa yang teridentifikasi memiliki nilai literasi di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada indikator kemampuan menyimpulkan isi bacaan di MI Nurul Yakin NW Punikasih. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penerapan kerangka scaffolding tiga fase, yakni (1) aktivasi skema visual pada tahap pra-membaca, (2) pemodelan berpikir keras (think-alouds) pada tahap selama membaca, dan (3) strukturisasi logika melalui graphic organizers pada tahap pascabaca, secara signifikan mampu memangkas hambatan inferensial siswa. Di samping itu, kehadiran word walls sebagai scaffolding linguistik terbukti efektif mengatasi kesenjangan kosakata yang menjadi penghalang utama dalam proses penalaran inferensial. Implementasi prinsip Gradual Release of Responsibility yang konsisten juga memastikan bahwa scaffolding tidak menciptakan ketergantungan, melainkan mendorong perkembangan kemandirian kognitif siswa secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa hambatan membaca inferensial bersifat multidimensional dan memerlukan kerangka scaffolding yang komprehensif, multi-modal, serta terintegrasi meliputi dimensi kognitif, metakognitif, dan linguistik guna membangun ekosistem literasi inferensial yang efektif di lingkungan pendidikan madrasah.
Copyrights © 2026