Artikel ini merupakan studi literatur komparasi cerita rakyat dari dua negara. Perbandingan folklore melalui kisah dari Indonesia dan Jepang yang bertujuan untuk menganalisis dan mendefinisikan struktur cerita serta pesan moral yang terkandung di dalamnya. Kisah-kisah dari cerita rakyat memiliki pesan dan nilai budaya yang baik untuk pembentukan karakter anak dan sebagai pemahaman generasi muda. Cerita rakyat yang terus digali akan memperkaya pengetahuan mengenai sejarah, tradisi lokal, dan budaya asli negara tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan naratif yang berfokus pada strategi penggunaan teori struktural Claude Levi Strauss. Hasil dari komparasi kisah timun mas dan momotaro ditemukannya perbandingan dari segi tema, tokoh, pesan yang akan disampaikan, kondisi situasional, tempat, waktu, sudut pandang, dan alur. Terdapat juga unsur ekstrinsik yang memiliki perbedaan fungsi sesuai realitas masyarakat di negara tersebut.
Copyrights © 2026