Pada masa gereja mula-mula, Pelayanan rasul-rasul ditandai dengan manifestasi nyata kuasa Roh Kudus melalui berbagai tanda dan mukjizat. Dalam Kisah Rasul 5:12, misalnya, dicatat bahwa banyak tanda dan mujizat terjadi melalui tangan para rasul di antara jemaat. Bayangan Petrus bahkan menyembuhkan orang sakit (Kis. 5:15), sementara sapu tangan Paulus membawa kesembuhan (Kis. 19:11-12). Namun, gereja masa kini cenderung mengutamakan pendekatan rasional dan struktur organisasi, mengesampingkan manifestasi Roh Kudus. Tantangan modern mengharuskan gereja untuk tetap seimbang dalam mengutamakan firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus, seperti diajarkan Yesus dalam Matius 22:29. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan cara studi kepustakaan dimana informasi dikumpulkan dari berbagai sumber. Kajian ini menyoroti pentingnya peran Roh Kudus sebagai sumber kekuatan yang membekali jemaat dengan iman teguh, ketaatan, dan keberanian dalam pelayanan dan bagaimana agar Pelayanan gereja dapat menghadirkan Kuasa Roh Kudus. Sudah saatnya gereja kembali mengandalkan kuasa Roh Kudus agar relevan dan efektif dalam mengatasi tantangan dunia modern yang rasionalistis, serta untuk mewujudkan pelayanan yang membawa orang kepada Kristus melalui keseimbangan antara pengajaran firman dan kuasa ilahi.
Copyrights © 2026