Sampah plastik menjadi masalah bagi semua makhluk hidup terutama manusia beserta lingkungannya. Sampah plastik di Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 13,98% dari total timbulan sampah nasional dengan volume diperkirakan sekitar 9,9 juta ton. Mikroplastik sendiri bisa masuk ke manusia melalui air yang diminum. Sekolah menjadi langkah pencegahan paling dasar untuk mencegah pencemaran plastic maupun mikroplastik ke dalam tubuh manusia terutama siswa di sekolah. Dalam pengabdian ini dilakukan ke siswa sekolah untuk memberikan pengetahuan dan cara berperilaku dalam pencegahan, pemanfaatan dan pemahaman tentang sampah plastik dan mikroplastik. Pelatihan dilakukan di aula Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Semarang dengan diikuti oleh 34 siswa di kelas XI 1-12. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan dalam pengisisan kuesioner pre tes dan post tes. Dalam hal Pengetahuan terdapat 6 pertanyaan yang menunjukkan adanya peningkatan hasil sebelum dan sesudah. Pada pertanyaan Pecahan polimer plastik menjadi partikel yang sangat kecil disebut degradasi melalui faktor fisika, kimia dan sosial jawaban siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu dengan jawaban salah sebelum 14 orang (41,2%) dan sesudah 22 orang (64,7%). Hasil praktik siswa terdapat 8 pertanyaan adanya peningkatan hasil sebelum dan sesudah. Pada pertanyaan Saya mendaur ulang atau menyerahkan sampah plastik ke bank sampah menunjukkan juga hasil yang siginifikan dengan jawaban selalu sebelum 8 orang (23,5%) dan sesudah 12 orang (35,3%). Kesimpulan dengan adanya edukasi dan pemahaman terhadap aspek plastik maupun mikroplastik menjadikan siswa lebih paham dengan cara pemanfaatan kembali sampah-sampah plastik dan lebih menjaga lingkungan untuk terhindar dari mikroplastik baik di air maupun dalam keseharian di lingkungan.
Copyrights © 2026