Kesenjangan akses layanan persalinan masih menjadi tantangan utama dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Perbedaan karakteristik geografis seperti wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan berkontribusi terhadap ketimpangan pemanfaatan fasilitas kesehatan saat persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan dan kesetaraan dalam perawatan persalinan berdasarkan wilayah tempat tinggal serta faktor predisposisi, enabling, dan need. Penelitian mengunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari ibu yang melahirkan dalam lima tahun terakhir di wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan (masing-masing n=15). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α < 0.05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara wilayah tempat tinggal dan pemilihan tempat persalinan (p = 0.000). Variabel pendidikan ibu (p = 0.001), pekerjaan ibu (p = 0.028), dan status ekonomi keluarga (p = 0.005) juga berhubungan signifikan dengan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan (p < 0.05). Sementara itu, tingkat pengetahuan kesehatan ibu (p = 0.073) dan jumlah anak (paritas) (p = 0.071) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0.05). Variabel pekerjaan suami tidak dapat dianalis menggunakan uji Chi-Square karena seluruh responden berada pada kategori yang sama. Disparitas spasial dipengaruhi oleh akses transportasi, kondisi geografis, faktor sosial budaya, dan distribusi tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kesenjangan perawatan persalinan masih nyata terjadi antara wilayah terpencil dan perkotaan. Intervensi berbasis komunitas, penguatan kader kesehatan, serta dukungan kebijakan berbasis wilayah diperlukan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDG) 2030.
Copyrights © 2026